BODYSPACE
Apalagi para perempuan aktivis yang saya kenal, suka gelap mata ama kekuatan badannya. Seolah-olah mereka punya kesaktian warisan nenek moyang….. Padahal mereka “hanya” perempuan hebat dan spesial dengan kekuatan terbatas”.
Sepertinya kita harus menyediakan ruang untuk membuat masalah-masalah tubuh kita dibicarakan, dipikirkan bersama, memberikan ruang “bernafas” buat tubuh kita, saya ingin menamakannya “BODY SPACE” . Bagian ini termasuk bagaimana kita membicarakan urusan reproduksi dan hubungan untim. Saya jadi ingat buku “Monolog Vagina ” karya Eve Ensler. Perempuan cenderung menghindari bahkan mengabaikan untuk saling berbagi cerita urusan “body space” nya. Saya ingin mengajak kita merubah itu. itulah mengapa ada ecosister, tak ada keraguan menyampaikan apa masalah tubuhnya. Banyak yang jago diantara kita, ada yang jago asma, jago sakit menstruasi, jago sari awan, dari kejagoan mereka kita bisa saling membagikan pengalaman.
Sehingga kita dengan sadar memilih apa yang di asupkan kebadan kita tiap harinya, termasuk asupan “batin” ( ceileeee…. dalem neh). Kenapa tidak rutin makan baso atau saos tomat merah… rah, atau kenapa menggunakan produk A atau produk B. Bukan didominasi Imaj agar kita “cantik ” agar “enak” atau agar “mahal dan bermerk” , tetapi agar kita sehat.
Setidaknya kita akan mencoba untuk tidak menjadi “perempuan biasa”. Tak lagi menjadi konsumen pasar yang berbasiskan iklan televisi, papan reklame ataupun radio. Tetapi karena kebutuhan untuk sehat dan bugar.
BODY SPACE dalah ruang ecosisters untuk menshare tips sehat dan membangun “health knowledge” . Mari bergabung.